Transformasi PLN Jadi Fokus Utama di Istana Merdeka

Berita13 Dilihat
banner 468x60

Jakarta, 14 Oktober 2026 – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan transformasi menyeluruh PT PLN (Persero). Arahan mencakup pembenahan model bisnis, peningkatan efisiensi, dan akselerasi panel surya 100 gigawatt.

Presiden menyampaikan arahan tersebut dalam pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 14 Oktober 2026. Pertemuan dihadiri Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, serta Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN Suroso Isnandar.

banner 336x280

Prabowo Minta Transformasi PLN Lebih Cepat dan Tanggap

Rosan menjelaskan fokus utama arahan Presiden adalah percepatan transformasi PLN. Selain itu, Presiden ingin PLN menjadi lebih baik, lebih cepat, dan lebih tanggap. Kemudian, Presiden juga mendorong akselerasi penggunaan energi surya 100 GW. Oleh karena itu, pemerintah akan menyusun langkah konkret.

“Kita membicarakan bagaimana pertama mengakselerasi transformasi di PLN untuk menjadi lebih baik, lebih cepat, lebih tanggap, dan juga mengakselerasi penggunaan 100GW solar panel,” ujar Rosan dalam keterangannya kepada awak media.

Bisnis Model PLN Akan Dirombak Total

Rosan mengatakan Presiden Prabowo secara khusus meminta pembenahan model bisnis PLN. Bahkan, Presiden meminta rancangan transformasi segera disusun. Selanjutnya, rancangan tersebut akan segera dipaparkan kepada Kepala Negara untuk ditindaklanjuti.

“Kita juga diminta oleh Bapak Presiden agar transformasi di PLN ini baik terutama dari segi bisnis modelnya itu untuk dibuat dan untuk segera dipaparkan kepada beliau, untuk segera kita tindaklanjuti,” ungkapnya.

Danantara Akan Duduk Bersama Tim PLN

Sebagai tindak lanjut, Danantara akan berkoordinasi dengan jajaran PLN. Langkah tersebut akan mengkaji transformasi secara menyeluruh. Jadi, kajian akan meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Selain itu, langkah ini akan mengurangi beban subsidi negara.

“Nanti kami dari Danantara tentunya akan duduk dengan tim dari PLN agar transformasi ini bisa dilakukan secara menyeluruh, sehingga ini juga bisa mengurangi subsidi atau dalam rangka meningkatkan efisiensi dan juga produktivitas di PLN,” jelas Rosan.

Evaluasi Untuk Dampak Ekonomi Nasional

Rosan menegaskan evaluasi model bisnis menjadi prioritas. Tujuannya agar pengelolaan PLN semakin efektif. Selain itu, transformasi harus memberi dampak positif bagi perekonomian nasional. Oleh sebab itu, pemerintah akan melakukan asesmen sebelum mengajukan usulan kepada Presiden.

“Kita akan revisit lagi, kita akan lihat lagi mengenai bisnis modelnya, bagaimana ini lebih tepatnya agar lebih efisien, lebih baik dan juga berdampak positif terhadap perekonomian kita secara keseluruhan,” katanya.

PLN Diminta Perkuat Backup Plan Listrik Nasional

Selain pembenahan bisnis dan akselerasi energi surya, Rosan menekankan pentingnya kesiapsiagaan PLN. PLN harus siap menghadapi kondisi darurat. Oleh karena itu, PLN perlu menyempurnakan rencana cadangan untuk menjaga keandalan listrik di seluruh Indonesia. Menurut Rosan, PLN sebenarnya sudah memiliki mekanisme antisipasi. Namun, mekanisme tersebut masih perlu penyempurnaan.

“Pasti sudah ada tapi yang itu perlu disempurnakan lah,” tegasnya.

Ke depan, pemerintah akan memaparkan peta jalan transformasi PLN kepada Presiden. Kemudian, pemerintah akan mendorong implementasi 100 GW panel surya sebagai bagian dari transisi energi nasional.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *