Kabagren Kompol Iwan Rasiwan Pimpin Diskusi Siaga Bencana di Aula Tatag Trawang Tungga

Purwakarta – Hadapi potensi bencana hidrometeorologi saat musim penghujan kesiapsiagaan dan kepedulian terhadap lingkungan jadi faktor penting dalam kurang risiko bencana.

Untuk tingkatkan kesadaran tersebut Polres Purwakarta gelar Focus Group Discussion FGD bertema “Peran Warga Masyarakat Antisipasi Banjir di Musim Penghujan di Wilayah Purwakarta” pada Kamis 29 Oktober 2026.

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 12.00 WIB di Aula Tatag Trawang Tungga Polres Purwakarta ini ikuti 50 peserta terdiri dari perwakilan ketua RT ketua RW serta unsur pengamanan lingkungan dari wilayah hukum Polsek jajaran Polres Purwakarta.

Kapolres Purwakarta AKBP Febri Nurzam wakil Kabagren Polres Purwakarta KOMPOL Dr H Iwan Rasiwan.

Kegiatan ini turut hadir perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Kabupaten Purwakarta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Purwakarta Kasat Binmas Polres Purwakarta AKP Anton Pelita Nugroho serta personel Satbinmas Polres Purwakarta.

FGD tersebut jadi wadah diskusi terarah untuk bahas berbagai isu strategis terkait potensi banjir dan kesiapsiagaan masyarakat hadapi musim penghujan. Melalui forum ini Polres Purwakarta dorong komunikasi yang efektif perkuat koordinasi lintas sektor serta cari solusi bersama yang dapat terap secara nyata di lingkungan masyarakat.

Upaya tersebut sekaligus jadi langkah perkuat sinergi dan kolaborasi antara Polri instansi pemerintah lembaga terkait tokoh masyarakat serta berbagai mitra strategis. Dengan keterlibatan seluruh pihak upaya pencegahan dan penanganan risiko bencana harap dapat berjalan lebih terarah terpadu dan berkelanjutan.

Hadir sebagai narasumber Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purwakarta Heryadi dan Niko Jawara dari Subbag TU Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Purwakarta sampaikan materi mengenai potensi kerawanan banjir pentingnya jaga kebersihan lingkungan serta langkah antisipasi yang dapat lakukan masyarakat sejak dini.

Dalam sambutan Kapolres Purwakarta yang sampaikan oleh KOMPOL Dr H Iwan Rasiwan masyarakat ajak tingkatkan kepedulian terhadap lingkungan perkuat budaya gotong royong serta aktif kembali sistem keamanan lingkungan siskamling sebagai bagian dari kesiapsiagaan hadapi bencana.

Masyarakat juga ingat untuk kenali tanda tanda awal potensi bencana seperti air sungai yang mendadak keruh dan tingkat dengan cepat munculnya retakan tanah di tebing pohon yang mulai miring serta mata air yang tiba tiba berubah keruh.

Apabila temukan tanda tanda tersebut masyarakat minta segera lapor kepada ketua RT atau RW Bhabinkamtibmas Babinsa maupun instansi terkait. Warga juga dapat hubungi Call Center Polri 110 untuk kebutuhan layanan kepolisian dan BPBD melalui layanan 112 sesuai ketersediaan layanan di wilayah setempat.

Pembahasan dalam FGD turut hasilkan sejumlah langkah konkret yang dapat lakukan bersama. Di antaranya aktif kembali Siskamling Siaga Bencana laksanakan kegiatan Jumat Bersih atau kerja bakti untuk bersihkan selokan dan gorong gorong serta cegah penumpukan sampah yang dapat hambat aliran air.

Warga juga dorong untuk tidak buang sampah ke sungai tingkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan serta siapkan tas siaga bencana di setiap rumah sebagai langkah antisipasi apabila terjadi keadaan darurat.

Melalui forum ini harap pemahaman masyarakat mengenai kerawanan banjir semakin tingkat sekaligus terbangun kesepahaman mengenai pembagian peran dan langkah penanganan yang perlu lakukan. Koordinasi yang baik antara kepolisian pemerintah daerah dan masyarakat jadi kunci agar informasi mengenai potensi bencana dapat tindak lanjut dengan cepat dan tepat.

Kasi Humas Polres Purwakarta IPTU Tini Yutini imbau masyarakat agar tidak tunggu bencana terjadi untuk mulai lakukan langkah pencegahan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Purwakarta untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan saluran air, serta segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda potensi bencana. Kesiapsiagaan harus dimulai dari keluarga dan lingkungan tempat tinggal, dengan memperkuat komunikasi serta gotong royong bersama aparat kewilayahan,” imbaunya.

Ia juga ajak seluruh elemen masyarakat untuk terus jalin komunikasi dan kerja sama dengan Polri serta instansi terkait dalam jaga keamanan dan keselamatan lingkungan. Melalui sinergi yang kuat berbagai persoalan di masyarakat harap dapat identifikasi lebih awal dan selesai melalui langkah yang tepat.

Polres Purwakarta komitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui edukasi dialog dan kolaborasi lintas sektor. Semangat Polisi Bersama Masyarakat jadi landasan dalam wujudkan Polri yang ayomi lindungi dan layani masyarakat sekaligus dukung terciptanya Jabar Aman Antisipatif Modern Akuntabel dan Nurani.

Sebab ciptakan lingkungan yang aman dan tangguh hadapi bencana butuh kepedulian koordinasi dan kerja sama seluruh pihak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *