Dialog FLS Goes to Bakom Bahas Komunikasi Pemerintah dan Koperasi Desa

Berita5 Dilihat
banner 468x60

Jakarta, 10 Oktober 2026 – Ratusan mahasiswa pemimpin organisasi kampus menyampaikan aspirasi langsung kepada Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI dan Menteri Koperasi. Mereka berdialog dalam ajang Indonesia Future Leaders Summit 2026 yang Kemdiktisaintek gelar.

Forum itu menjadi upaya memperkuat kapasitas kepemimpinan generasi muda. Selain itu mahasiswa mendapat ruang untuk memperluas wawasan dan bertukar gagasan. Semangat itu berlanjut melalui agenda FLS Goes to Badan Komunikasi Pemerintah RI, Jumat (9/10).

banner 336x280

Kepala Bakom RI Syahganda Nainggolan hadir dalam dialog bersama mahasiswa. Ia membahas peran komunikasi pemerintah dalam menyampaikan kebijakan dan program strategis. Dalam pemaparan sebelumnya, Bakom menjelaskan tugas lembaga tidak hanya produksi dan penyebaran konten. Tugas itu juga mencakup riset, penyerapan aspirasi publik, serta koordinasi komunikasi antar kementerian.

“Tujuannya mengomunikasikan program strategis atau program perbaikan cepat yang dipilih oleh Presiden agar bisa diterima, dimengerti, dipahami, bahkan didukung oleh masyarakat luas,” jelasnya.

Menkop Bahas Koperasi Desa Merah Putih

Dalam kesempatan itu Menteri Koperasi Fery Juliantono juga hadir. Kehadiran pemangku kebijakan membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk berdiskusi langsung mengenai program pemerintah. Salah satu program yang dibahas adalah penguatan ekonomi desa melalui Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih.

“Fungsi dari Koperasi Desa Merah Putih ini adalah menjadi offtaker, menyerap, menampung hasil produk masyarakat, seperti tanaman pangan, perkebunan, hortikultura, dan lain sebagainya,” ujar Menteri Fery.

Mahasiswa Usul Perbaikan Komunikasi Publik dan Dashboard Real Time

Sesi dialog menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan pandangan. Nanda dari Universitas Sam Ratulangi mengangkat persoalan akuntabilitas dan transparansi komunikasi pemerintah. Ia juga memberi masukan agar pejabat publik meningkatkan kemampuan komunikasi.

“Salah satu skill yang harus dimiliki pejabat publik itu adalah public speaking, Pak, menurut saya pribadi. Harapannya masukan saya dapat disampaikan, perlu memperbaiki komunikasi publik,” ujar Nanda.

Sementara itu Cahyani dari Universitas Mataram mengusulkan dashboard informasi publik. Ia menilai masyarakat membutuhkan wadah untuk memantau perkembangan isu nasional secara berkelanjutan. Menurut dia, informasi lewat konferensi pers dan berita belum selalu memudahkan masyarakat mengikuti isu.

“Jadi, jika ada isu nasional, pemerintah update setiap hari secara real-time. Jadi, setidaknya di situ kita bisa tahu informasinya dan kita bisa akses secara publik bersama masyarakat-masyarakat lainnya,” tutur Cahyani.

Menanggapi usulan itu, Bakom menyampaikan pihaknya tengah merancang dashboard komunikasi pemerintah. Dashboard itu akan membantu masyarakat memantau isu yang menjadi perhatian publik.

Mahasiswa Soroti Karhutla dan Kualitas Udara di Kalimantan

Persoalan kebakaran hutan dan lahan juga muncul dalam dialog. Khairir Yahya dari Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Amuntai menyoroti kualitas udara di wilayahnya selama Agustus hingga Oktober. Ia meminta pemerintah mengambil langkah lewat koordinasi lintas sektor.

“Di Kalimantan itu kualitas udaranya sudah cukup parah, karena terhitung dari Agustus hingga Oktober lebih dari 170 orang terkena Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di sana. Untuk menyelesaikan permasalahan kabupaten, perlu ada penyelesaian dari pemerintah, kita sebagai mahasiswa, dan juga masyarakat,” ujar Khairir.

Melalui rangkaian FLS 2026, mahasiswa memperoleh kesempatan berdialog langsung dengan pemangku kebijakan. Selain itu pengalaman tersebut memperkuat kemampuan berpikir kritis. Ke depan Kemdiktisaintek mendorong generasi muda mengembangkan kepemimpinan yang tidak hanya bertumpu pada wawasan, namun juga kontribusi nyata bagi masyarakat.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *